BICARA tentang "Batak" sebagai identitas etnik, memang cukup kompleks. Dari asal-usul penyebutan kata "Batak" saja, sudah beragam serta sering menuai kontroversi. Hampir secara umum, menyebutkan, kata "Batak" merupakan stereotif negatif yang dilabelkan oleh orang non "Batak" terhadap sebuah kelompok masyarakat yang berdiam di tempat tertentu.
Dr. H.N. van der Tuuk (1824-1894) misalnya. Dalam setiap tulisannya, dia cenderung mengartikan "Batak" sebagai masyarakat komunal yang barbar. Tendensi yang dikesankan van der Tuuk, bagaimanapun tak lepas dari tujuannya sebagai misioner-kebudayaan.